Jadi beberapa waktu yang lalu saya diberi kesempatan oleh Semesta untuk mengenal seseorang. Sebut saja ia Pria. Saya sudah tahu Pria sejak awal tahun 2019, namun kesempatan mengenalnya baru terlaksana di awal tahun ini.
Pertemuan pertama dengan Pria, yang saya tahu dia sedikit kritis juga senang diskusi. Ada beberapa sisi dari dirinya yang membuat saya merasa sedikit kagum.
Saya kira rasa ini hanya sekadar kagum, ternyata lebih karena saya telah jatuh hati secara sadar kepada Pria. Namun rasa itu dipaksa pudar karena Pria tak menginginkan itu dari saya.
“Kak, aku kayanya lagi jatuh cinta sama Pria”
“Kamu kemarin waktu jalan sama Pria liat wallpaper ponselnya ngga?”
“Engga sih mana sempat aku melirik ponsel milik orang, ngga etis aja menurutku, emang kenapa?”
“Pria bilang, dia sengaja pasang gambar cewe biar kamu ngga baper. Dan cewe itu mantan dia. Saranku lupain dia aja ya, kamu berhak dapet yang lebih baik dari dia”
Hati saya yang awalnya berbunga-bunga menjadi runtuh tak tersisa. Saya sadar bahwa apapun yang kita suka tidak harus menjadi apa yang kita punya. Saya tetap mencintai Pria hingga detik ini meskipun rasa ini tak diinginkan olehnya.
Komentar
Posting Komentar