Resiko dari impianku teramat besar; kematian. Setiap hari yang ku dengar dari IDI hanyalah pahlawanku yang berguguran. Namun segala resiko besar telah ku ambil sejak pertama kali aku mulai berjuang. Aku tak takut apapun yang terjadi. Yang ku tahu, aku di sini berjuang untuk memanusiakan manusia.
Pernahkah aku menangis ketika sedang berjuang? Pernah, namun ketika aku merasa lelah dan ingin menyerah aku hanya ingat bahwa yang berjuang tidak hanya aku, orang tuaku pun menunggu bersama doa-doa baik mereka untuk putri semata wayangnya.
Aku bangga pada diriku sendiri yang telah berhasil melewati jutaan air mata setiap kali sedang berada di bawah. Terima kasih jiwa dan ragaku, kita kuat untuk berjuang hingga mendapatkan sebuah penghargaan berupa gelar dr di depan nama.
- ADELIA YUNIKA UTAMI -
Komentar
Posting Komentar